DCDC Pengadilan Musik Virtual:Tak Terima Dijatuhi Hukuman,The Panasdalam Bank Naik Banding

Posted by
Bagikan kiriman ini

SPORTSJABAR-Banyak hal unik yang membuat DCDC Pengadilan Musik Virtual saat mengadili grup band asal Bandung The Panasdalam Bank menjadi menarik dan penuh kontroversi.

Salah satu jaksa penuntut, Pidi Baiq masih menjadi bagian dari keluarga besar The
Panasdalam Bank.Sementara kursi pembela, berbeda dengan biasanya, pada persidangan yang digelar Jumat,1 Oktober 2021 malam ini diduduki dua sosok wanita cantik yaitu Sabrina Sameh dan Jessica Katharina.

Band yang digawangi oleh Nandang (bass), Alga (vokalis), Erwin (vokalis, Roy (drum), Boiq (gitar), Nawa (gitar) dan Eeng (jimbe) ini diseret ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan single terbaru berjudul “Kamu Orang Gula” yang dirilis pada 17 September 2021.

Persidangan yang disiarkan di situs www.djarumcoklat.com ini berjalan seru dan penuh gelak tawa,pasalnya Pidi Baiq dan personel The Panasdalam Bank saling buka-bukaan terkait perjalanan panjang grup band yang resmi berdiri pada Desember 2004.

Budi Dalton selaku jaksa langsung mengorek keterangan dari terdakwa dengan pertanyaan mengapa Panasdalam yang awalnya mengklaim sebagai negara sekarang berubah menjadi band.

Seperti diketahui Negara Kesatuan Republik The Panasdalam (NKRTPD) didirikan tanggal 18 Agustus tahun 1995, di salah satu ruang kuliah di kampus Institut Teknologi Bandung.Deni Roden diangkat sebagai presiden pertama dan Pidi Baiq mengangkat dirinya sebagai imam besar.

“Kami memilih jadi band karena kalau band tidak terbatas teritori dan bisa tampil di mana saja,”ujar sang vokalis Alga.

Budi penasaran mengapa Pidi Baiq sekarang tidak lagi bergabung dengan band yang
didirikannya.

Pidi dengan entengnya menjawab dia keluar karena di dalam panas.Sedangkan Alga
mengatakan Pidi melanggar aturan,selain itu dia juga sering seenaknya mengubah list lagu ketika manggung.

“Meski begitu kita masih berhubungan baik.The Panasdalam Bank bisa dikenal seperti saat ini karena Pidi,”jelas Alga.

Pidi bertanya tanpa dirinya perbedaanya apa ?

Alga mengaku warna musik berubah menjadi unisex ,karena sebelumnya bosan kalau
manggung penontonnya laki-laki melulu.Selain itu juga ada distorsi, setiap personil bebas berekspresi.

Budi juga mempertanyakan alasan pencantuman Bank bukannya Band di belakang nama The Panasdalam sejak 2006.

Menurut Alga kata “Bank” diambil untuk tujuan pencitraan, agar muncul kesan bahwa
mereka selalu banyak uang.

Proses pembuatan single terbaru berjudul “Kamu Orang Gula” pun tak luput ditanyakan oleh jaksa.

Boiq selaku gitaris mengatakan proses standar.Materinya terinspirasi rampak gitar pada tahun 2015.

“Pada masa pandemi kita lebih banyak nganggur enggak ada kerjaan.Jadi bikin lagu dan
direkam di sini,”tutur Boiq.

Budi dan Pidi mau tahu apa alasannya orang harus mendengar lagu “Kamu Orang Gula”

Pertanyaan ini dijawab oleh pembela,Sabrina Sameh yang menjelaskan bahwa lagu ini cocok dan bisa dinikmati semua orang.

Jessica menambahkan pihaknya tidak memaksa orang untuk mendengarkan single anyar The Panasdalam Bank.Tapi ia percaya banyak yang suka “Kamu Orang Gula”

“Lagunya enak didengar dan mudah dicerna, karena liriknya pendek serta dalem,”tandasnya.

Di penghujung persidangan Man Jasad sebagai hakim mengatakan mengikuti perkembangan jaman musisi harus terus berkarya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada The Panasdalam yang telah membuktikan tetap
berkarya selama 20 tahun.Namun hakim menjatuhkan vonis hukuman untuk Alga dan
kawan-kawan.

“The Panasdalam Bank diputuskan dihukum harus terus berkarya,”tegas hakim.

Personel The Panasdalam Bank tidak mau terima vonis hakim yang menjatuhkan hukuman kepada mereka.

“Kita akan naik banding, mengecewakan, kita akan mengusulkan pengadilan ulang, masa kita dibilang band terkutuk.Kita kan tercela dan terhina.Jadi kita tak sepakat dengan keputusan hakim,”ujar sang vokalis,Alga.

Alga menyatakan pihaknya kita akan naik banding.Pokoknya untuk bulan depan harus ada pengadilan lagi.Ia meminta supaya minta jaksa diganti, pembela ganti, hakim ganti, dan terdakwa ganti juga.

Ia mengakui ini sebetulnya sejarah,karena untuk pertama kali diadili atau didakwa dan diadu  langsung sama Pidi Baiq yang juga pendiri The Panasdalam.Ini merupakan kejutan,tapi juga mungkin bukti bahwa memang mulai sekarang The Panasdalam Bank ini independen.

“Ini memang berdiri secara otonomi, berdiri sendiri dan memang si ayah (Pidi Baiq )juga
udah mulai istilahnya menyerahkan ‘udah panas dalam aing mah jalan aja’.Maksudnya
dengan atau tanpa Ayah Pidi kita jalan berkarya manggung seperti biasanya,”ungkapnya.

Meski begitu mereka masih berhubungan baik menjalin komunikasi.Apalagi lagu dan
sebagainya karena dia yang bikinnya, jadi apapun itu pasti ngobrol dengan Pidi.

“Cuma mungkin bedanya sekarang kalau dulu karena si ayah nyanyi maka style bermusik kita sesuaikan dengan ayah.Sekarang ayah enggak nyanyi, jadi stylenya udah menyesuaikan dengan masing-masing personil.Itu saja sih, bedanya mungkin,”papar Alga.

Menanggapi permintaan The Panasdalam Bank yang berniat naik banding,Addy selaku perwakilan produser DCDC Pengadilan Musik menuturkan sebetulnya itu sah-sah saja.Diakuinya ada beberapa band yang dinyatakan bersalah dan kemudian akhirnya bisa diseret lagi ke pengadilan.

“Jadi tinggal tunggu sajalah.Maksudnya karena mereka memang punya keinginan untuk
sebut saja banding dan melakukan persidangan ulang.Kita siap untuk digugat balik,”kata Addy.

Menurut dia kalau mereka misalnya mau melakukan gugatan balik, nanti persidangannya bisa dibuka.

Terkait tuntutan untuk mengganti personil jaksa,dia menegaskan kalau persidangan
sepenuhnya hak DCDC dan sebetulnya pihak terdakwa tidak ada hak untuk merombak
perangkat persidangan.

“Hak tersebut sepenuhnya ada di pihak kita DCDC Pengadilan Musik, jadi itu sesuatu yang tidak akan terjadi,”tuturnya.

Sementara itu Sabrina Sameh selaku pembela, mengaku agak sedikit grogi untuk pertama kalinya tampil sebagai pembela DCDC Pengadilan Musik.Apalagi bersama para senior.

“Sebenarnya lebih tidak berguna ya, karena terdakwanya lebih pintar ternyata,dan lebih bisa melawan.Jadi lebih tidak berguna sebetulnya,”tutur Sabrina sambil tersenyum.

Ia mengaku sudah pernah nonton DCDC Pengadilan Musik saat Rully Cikapundung dan Yoga PHB menjadi pembela.Menurut Sabrina mereka lebih tahu ritmenya bagaimana bertindak sebagai pembela.

“Kalau saya belum tahu masuknya gimana-gimana.Khawatir takut salah karena mereka
semua sesepuh.Meski begitu saya  seneng, kaget, campuraduk,”papar gadis yang juga pembalap ini.

Sabrina mengatakan saat ini berhubung sekarang masih pandemi event balapan belum
stabil.Dalam kondisi seperti sekarang ia bersedia seandainya dipercaya lagi jadi pembela DCDC Pengadilan Musik.

Pidi Baiq,jaksa penuntut yang juga pendiri The Panasdalam Bank menolak anggapan bahwa pada DCDC Pengadilan Musik dia seperti mengadili diri sendiri,sebab ia memang sudah tidak bergabung dengan grup band ini.

Menurut Pidi The Panasdalam memang sudah tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.Jadi hari ini ia betul-betul menjalankan tugas sebagai jaksa penuntut.

“Justru saya bertanya-tanya The Panasdalam Bank kalau tanpa saya seperti apa ya. Itu mah penasaran saja.Tapi saya yakin lebih bagus lah, karena saya adalah masa lalu.Mereka kan sekarang sudah masa kini, pasti menyesuaikan dengan situasi dan kondisi sekarang,”tuturnya.

Sebagai pendiri Pidi dikenal sebagai ikon The Panasdalam.Tak berlebihan jika alumni Seni Rupa ITB tersebut identik dengan band ini.

Diakuinya untuk sementara waktu pasti masih identik, tapi seiring berjalannya waktu pasti mereka akan membentuk dirinya sendiri.

“Saya berharap pasti akan lebih baik.Bahwa The Panasdalam dulu begitu, karena kan
pembandingnya baru mau berangkat, mungkin itu,”ujar Pidi.(BUDI)

Leave a Reply