
SPORTSJABAR-Festival bertajuk Supermusic United Day 9 mengguncang Bandung.Mengusung tema “Unsplit & Equal” kolaborasi Supermusic dan Hellprint ini seolah menghipnotis belasan ribu audiens yang tumplek sejak siang hingga malam hari di Tritan Point,Kota Bandung pada Minggu, 8 Februari 2026.
Sebanyak 53 band lintas genre dan generasi tampil di lima panggung megah dengan nama berbeda yaitu United Stage, United We Are Stage, Infinity Stage, Noise Stage, dan Kecil Tapi Party Stage.
Dukungan sound system bertenaga besar berpadu dengan tata cahaya spektakuler, menciptakan atmosfer konser berkelas yang menggelegar dan memanjakan penonton. Mereka berbaur tanpa menghiraukan rasa lelah. Semangat, energi, dan kebahagiaan menyatu sepanjang acara.
Daya tarik utama festival ini semakin kuat dengan hadirnya band-band legendaris Tanah Air, seperti Slank, Burgerkill, dan The SIGIT. Penampilan mereka membuat suasana semakin meriah namun tetap aman dan kondusif.
Slank membawakan deretan lagu hits yang membangkitkan nostalgia, sementara Burgerkill dan The Sigit tampil dengan energi khas mereka yang sukses menghipnotis audiens.
Mereka larut dalam euforia musik, seakan melupakan sejenak segala penat. United Day 9 benar-benar menjadi ruang pelepas energi, kebahagiaan, dan kebersamaan.
Bagi Supermusic, perjalanan di dunia musik bukan perkara singkat. Selama kurang lebih 15 tahun, Supermusic terus berjalan dalam kemitraan jangka panjang dengan berbagai pihak dan komunitas, membuktikan bahwa kreativitas di dunia musik tidak pernah habis.
“Kami sudah jalan bareng sekitar 15 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar. Dan yang saya rasakan, kreativitas dari teman-teman ini nggak pernah hilang, nggak pernah habis. Selalu ada ide, selalu ada kreasi,” ujar Tries Pondang, perwakilan Supermusic, saat ditemui di acara United Day 9.
Menurut Tries sebenarnya ini adalah United Day ke-9. Sementara angka 15 tahun merujuk pada perjalanan kolaborasi Supermusic bersama Hellprint. Jadi selama 15 tahun ini, Supermusic dan Hellprint sudah berjalan bersama sebagai mitra yang sangat solid.
Kolaborasi Supermusic dengan Hellprint tidak hanya lewat United Day, tetapi juga melalui berbagai program lain seperti Monster of Noise, Kecil Tapi Party, Ngegigs, dan program-program musik lainnya.
Bagi Supermusic, perjalanan 15 tahun ini adalah sebuah kebanggaan, karena bisa berkolaborasi dalam waktu yang panjang dan konsisten.
“Di United Day ke-9 ini, Hellprint kembali membuktikan bahwa kreativitas mereka tidak pernah habis. Mereka selalu punya ide, konsep, dan terobosan baru. Itu yang terus kami dorong dan tantang agar United Day selalu berkembang,”paparnya
Tries menilai Euforia United Day 9 luar biasa. Ia melihat langsung dari depan, mulai dari antrean body checking, tiket, dan lain-lain, semuanya padat. Itu menunjukkan bahwa United Day sudah menjadi event ikonik di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

Menariknya, penonton tidak hanya datang dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah, seperti Jawa Tengah. Mereka melihat United Day sebagai festival musik yang punya karakter tersendiri, terutama identitas musik rock yang kuat dan selalu mereka nantikan.
“Supermusic terus terpacu untuk menghadirkan sesuatu yang segar di setiap event. United Day bukan sekadar festival musik, tapi sebuah perjalanan yang dibangun dari rasa nyaman, kedekatan, dan karakter yang kuat,” tutur Tries.
Baginya, daya tarik sebuah festival musik tidak lahir begitu saja. Semua berawal dari rasa nyaman yang dibangun sejak awal—dari konsep, alur acara, hingga pengalaman penonton selama berada di venue.
“Kalau mereka merasa ini adalah event yang ditunggu-tunggu, image itu akan terbentuk dengan sendirinya. Dan itu yang bikin daya tariknya makin kuat,” lanjut Tries.
Selalu Ada yang Baru, Selalu Ada Pembeda
Supermusic menekankan pentingnya diferensiasi. Setiap tahun, United Day selalu dikemas dengan konsep baru, kolaborasi baru, dan pengalaman yang berbeda dari festival musik lainnya.
“Kami selalu mikir, apa sih yang kurang dari festival musik di Bandung dan Jawa Barat? Dari situ kita coba hadirkan sesuatu yang beda, sesuatu yang fresh,” ujarnya.
Tahun ini, kehadiran Slank menjadi salah satu magnet utama. Band legendaris tersebut diketahui sudah cukup lama tidak tampil di Bandung, sehingga antusiasme penonton pun terasa sangat kuat.
“Teman-teman di tim punya kemampuan untuk mengeksplorasi kebutuhan penonton. Mereka jago membaca momen, membaca kebutuhan, lalu mengemasnya jadi satu konsep festival yang solid,” jelasnya.
Festival dengan Jiwa dan Karakter
Bagi Supermusic, United Day bukan hanya soal nama besar pengisi acara. Lebih dari itu, festival ini dibangun dengan jiwa, karakter, dan identitas yang kuat—hasil dari perjalanan panjang, konsistensi, dan keberanian untuk terus berinovasi.
“Secara konsep dan kemasan, semua kita bangun bareng-bareng. Dan itu yang bikin United Day punya diferensiasi dibanding festival musik lainnya,” tutup Tries.
Perayaan 15 tahun kolaborasi Hellprint bersama Supermusic bukan sekadar selebrasi usia, tapi juga pembuktian konsistensi dalam merawat ekosistem musik Tanah Air. Hal itu disampaikan Dany Kajul, promotor acara dari Hellprint.
“Ini perayaan 15 tahun Hellprint dan Supermusic. Kita bikin dengan konsep yang agak beda,” ujar Kajul.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah konsep panggung. Jika pada edisi sebelumnya panggung dibuat bertingkat dengan beberapa layer visual, tahun ini desain diubah total. Faktor alam menjadi pertimbangan utama.
“Di sini anginnya besar banget. Jadi beda sama edisi sebelumnya. Kalau kemarin panggungnya bisa banyak layer, sekarang kita harus satu arah karena jalur angin. Makanya rigging kita gedein biar aman,” jelas Kajul.
Hingga menjelang malam acara, kondisi dinilai aman dan cuaca mendukung. “Alhamdulillah sampai sekarang aman dan nggak hujan,” tambahnya.
Orkestra, Laser, dan Sentuhan Teknologi Baru
Yang bikin festival kali ini terasa lebih berani adalah kolaborasi lintas genre. Salah satunya ada Burgerkill dengan vokalis baru yang tampil dengan iringan orkestra dari Anime String Orchestra Bandung, melibatkan sekitar 12 personel.
Yang paling terlihat tentu kehadiran Slank. Itu bukan keputusan asal. Banyak permintaan masuk, terutama lewat DM, agar Slank diundang. Setelah ia perhatikan, sekarang Slank juga punya basis penonton anak muda.
” Sementara target kami ada di rentang usia 18–35 tahun, jadi akhirnya kami putuskan mengundang Slank,” ungkapnya.

“Kami juga menghadirkan band-band baru seperti Super Sukses Lancar Rezeki, lalu band era 90-an seperti Injected, dan Hellgods, untuk menjawab permintaan penonton yang rindu band-band generasi lama,”lanjut Kajul.
Tak berhenti di situ, teknologi visual juga ditingkatkan. Untuk pertama kalinya, teknologi laser skala besar diterapkan di area panggung utama.
“Kita pakai sekitar 120 laser yang ditembakkan ke depan panggung. Ini belum pernah dicoba sebelumnya pada festival Bandung,” ungkap Kajul.
Menurutnya, eksplorasi teknologi ini jadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru bagi penonton, bukan sekadar tontonan musik biasa.
Line-up Lintas Generasi, Jawab Kerinduan Penonton
Dari sisi line-up, konsepnya dibuat lintas generasi. Selain nama besar seperti Slank sebagai headliner, festival ini juga menghadirkan band-band 90-an hingga band independen dengan basis penggemar kuat.
“Ada Injected, Elegan, terus ada Festivalis dari Jogja yang sudah enam tahun nggak main di Bandung. Request-nya banyak banget, makanya kita masukin,” kata Kajul.
Band-band dari Yogyakarta juga mendapat porsi khusus, termasuk Marjinal, yang dikenal punya karakter kuat dan basis massa solid.Lalu band-band baru seperti MCPR dari Yogja, dan Let’s Play On Rock.
Event ini dipersiapkan cukup lama.Meeting sudah dimulai sejak empat bulan lalu.Secara teknis, event ini melibatkan skala produksi besar. Total ada lima panggung, termasuk dua panggung indoor yang sengaja disiapkan sebagai antisipasi jika hujan turun.
“Jumlah kru pun meningkat signifikan. Jika tahun sebelumnya sekitar 400 orang, tahun ini mencapai 550 kru, dengan waktu loading hampir sembilan hari penuh,dimulai sejak Jumat pekan lalu.Karena persiapan panjang hari H jadi lebih santai dan rapi,” jelasnya.
Dari sisi penjualan tiket, antusiasme penonton dinilai memuaskan. Tiket presale dijual mulai Rp125 ribu hingga Rp150 ribu,saat ini on the spot Rp250 ribu dengan kuota 2000 tiket.
“ Jumlah tiket disesuaikan dengan kapasitas venue dan aturan kepolisian yang membatasi maksimal 70–90 persen kapasitas area.Target minimal 70 persen sudah terpenuhi, sekarang sudah di kisaran 80–90 persen kapasitas area,” ujar Kajul.
Namun bagi Kajul, rasa puas bukan alasan untuk berhenti berinovasi. “Kalau saya mah selalu nggak puas. Tahun depan harus bikin yang lebih beda dan lebih baik lagi,” katanya sambil tersenyum.
Ia menambahkan rencananya tahun ini Supermusic dan Hellprint juga akan lanjut dengan program tur sekitar 15 kota, lewat konsep Ngegigs—sebagai ajang penyaringan band-band baru menuju Hellprint berikutnya.
Drummer Slank, Bimbim, mengaku selalu antusias setiap mendengar kabar festival musik keras seperti United Day.
“Happy ya tiap tahun dengar ada acara musik keras di Bandung. Sampai mikir mau bawain lagu apa, bahkan kepikiran bawain lagu ‘Anjing’ yang jarang banget dibawain,” kata Bimbim.
Ia mengucapkan terima kasih sudah diundang untuk tampil di United Day 9 yang disebutnya sebagai ruang pertemuan lintas generasi.
“Ini bukan cuma soal main musik, tapi soal gen lama ketemu gen baru. Musik bikin semuanya nyambung.” tandasnya.
Sementara Bagi The SIGIT, United Day memiliki makna khusus. Gitaris Rektivianto Yoewono menyebut band asal Bandung itu sangat familiar dengan Festival Musik United Day.
“Kalau ditanya yang ke berapa, mungkin sudah lebih dari lima kali. Kami sudah sering bareng United Day dan Hellprint.” ujar Rekti.
Ia menuturkan bahwa sejak awal The SIGIT merasa dirangkul oleh skena musik keras Bandung.Hellprint itu berangkat dari skena underground yang identik dengan musik keras.
” Meski musik kami tidak sekeras itu, kami merasa diapresiasi dan sampai hari ini masih mendapat sambutan hangat dari komunitas,”imbuhnya.
Untuk United Day 9, The SIGIT menyiapkan sejumlah hal spesial. diantaranya mengubah aransemen sejumlah lagu dan belum pernah mereka mainkan di Hellprint.
Pada momen ini juga ia mengenalkan formasi barunya kepada audiens.“Kami sekarang punya formasi baru, ada Absar, Agan, dan Rafael,” sebut Rekti.(BK/RESTU)
