SPORSTJABAR-Nama Veda Ega Pratama melesat dan menjadi perbincangan di kancah balap motor dunia. Perjalanan karier pebalap asal Gunung Kidul ini sangat fenomenal. Dia pebalap tercepat dan paling menjanjikan dalam sejarah balap motor Indonesia. Dari kompetisi lokal, ia kini bersiap melangkah ke panggung dunia Moto3 musim 2026.
Veda memulai kariernya di bawah bimbingan ayahnya, Sudarmono, mantan pembalap nasional. Bakat alaminya terasah melalui Astra Honda Racing School (AHRS) yang menjadi jembatannya menuju kompetisi internasional.
Dominasi Asia (2023)
Dia mencuri perhatian dunia saat menjuarai Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2023. Ia memecahkan rekor poin tertinggi dan jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim, yang membuktikan bahwa levelnya sudah melampaui talenta muda Asia lainnya.
Veda langsung diterjunkan ke kancah Eropa melalui Red Bull Rookies Cup dan FIM JuniorGP. Adaptasinya di Eropa pada 2024/2025 terbilang cepat.
Di musim 2025, ia menunjukkan kematangan luar biasa dengan menjadi runner-up di Red Bull Rookies Cup.Ia mencatatkan tiga kemenangan sepanjang musim, termasuk kemenangan ganda (double winner) di Sirkuit Mugello, Italia, dan satu kemenangan di Sachsenring, Jerman.
Pencapaian Akhir Musim 2025
Veda berhasil menempati posisi ke-2 di klasemen akhir Runner-Up Red Bull Rookies Cup 2025.Di ajang FIM JuniorGP 2025, Veda finis di posisi ke-10 klasemen akhir dengan total 70 poin. Ini merupakan rekor poin tertinggi bagi pembalap Indonesia di ajang tersebut sejak tahun 2016.
Promosi ke Moto3 World Championship 2026
Berkat prestasi konsisten di posisi tiga besar Rookies Cup, ia mendapatkan promosi otomatis ke Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Veda telah resmi diumumkan akan bergabung dengan Honda Team Asia untuk musim 2026. Ia akan menggunakan nomor motor 9.
Menjelang debutnya di Moto3 , Veda secara terbuka menargetkan gelar Rookie of the Year di musim 2026.
Peluang di Moto3 Musim 2026
Memasuki musim debutnya di Moto3, Veda memiliki beberapa keunggulan sekaligus tantangan besar:
- Keunggulan Teknis dan Mental
Pengenalan Sirkuit: Selama dua tahun di Eropa, Veda sudah mengenal hampir seluruh sirkuit yang akan digunakan di kalender MotoGP, seperti Jerez, Spielberg, dan Misano. Ini memberikan keuntungan besar dibanding pembalap rookie yang baru pertama kali ke Eropa.
Gaya Balap Agresif namun tenang: Veda dikenal memiliki kemampuan menyalip di tikungan terakhir yang sangat presisi, sebuah modal krusial untuk persaingan ketat di kelas Moto3 yang seringkali ditentukan hingga garis finis.
- Dukungan Tim yang Solid
Bergabung dengan Honda Team Asia adalah langkah strategis. Tim ini memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal pembalap Asia (seperti Ai Ogura) menuju kesuksesan. Struktur tim yang sangat memahami kultur pembalap Asia akan membantu Veda beradaptasi dengan tekanan kejuaraan dunia. - Tantangan: Konsistensi dan Mesin Honda
Performa Motor: Saat ini, motor Honda NSF250RW sedang berjuang keras mengimbangi dominasi motor-motor dari grup KTM (GasGas, Husqvarna, CFMoto).
Peluang Veda untuk langsung berada di barisan depan akan sangat bergantung pada pengembangan motor Honda di tahun 2026.
Kepadatan Jadwal: Moto3 memiliki jadwal perjalanan yang sangat melelahkan dengan seri yang tersebar di seluruh dunia. Ketahanan fisik dan fokus mental akan diuji di level yang jauh lebih tinggi.
Prediksi dan Target
Berdasarkan performanya di Red Bull Rookies Cup 2025, Veda diprediksi akan menjadi pesaing kuat untuk gelar Rookie of the Year 2026. Jika ia mampu menjaga konsistensi dan cepat beradaptasi dengan motor spesifikasi Grand Prix
Bukan tidak mungkin ia akan mencetak poin secara rutin sejak awal musim dan meraih podium pertamanya di pertengahan musim.(*)
Foto:MOTOGP.COM
