SPORTSJABAR -Kabar duka datang dari Singapura. Michael Bambang Hartono Pimpinan Grup Djarum yang juga salah satu tokoh penting dalam pembinaan olahraga bulu tangkis Indonesia,meninggal dunia pada Kamis pukul 13.15 waktu Singapura.
“Keluarga besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya pimpinan kami, Pak Michael Bambang Hartono, Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” kata Corporate Communication Senior Manager Group Djarum Budi Darmawan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Bambang Hartono meninggal dunia pada usia 86 tahun. Ia menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesinambungan prestasi bulu tangkis Indonesia melalui sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, Michael berperan besar dalam mengembangkan PB Djarum yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah, menjadi salah satu pusat pembinaan bulu tangkis paling konsisten di tanah air.
Di bawah dukungannya, PB Djarum menerapkan sistem seleksi berjenjang melalui audisi nasional yang rutin digelar setiap tahun.
Program tersebut membuka kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan pelatihan profesional dengan fasilitas berstandar internasional.
Dari sistem pembinaan tersebut lahir sejumlah atlet yang kemudian menjadi tulang punggung Indonesia di panggung dunia, di antaranya Liliyana Natsir yang meraih medali emas Olimpiade, serta Kevin Sanjaya Sukamuljo yang pernah menduduki peringkat satu dunia di sektor ganda putra.
Keberhasilan pembinaan ini turut menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia, termasuk di ajang bergengsi seperti All England dan berbagai turnamen internasional lainnya.
Selain program pencarian bakat, investasi dalam pembangunan fasilitas pelatihan modern di Kudus menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas atlet. Kontribusi Michael dalam bulu tangkis tidak hanya terbatas pada dukungan finansial, tetapi juga dalam menjaga ekosistem olahraga dari level usia dini hingga elite.
Sistem yang dibangun dinilai mampu memastikan regenerasi atlet tetap berjalan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Di sisi lain, Michael juga memiliki peran di olahraga bridge. Michael merupakan atlet bridge dan turut membela Indonesia di level internasional.
Michael memenangi medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2008, 2009, dan 2010. Ia kemudian tampil pada Asian Games 2018 dan turut berandil memenangi medali perunggu.
Berkat sumbangsihnya dengan medali perunggu tersebut, Michael menjadi atlet Indonesia paling tua di Asian Games 2018. Ia juga mendapat medali Satyalancana Dharma Olahraga dari Presiden Joko Widodo pada 2020.(*/ANTARA)
