SPORTSJABAR-Tim Nasional Indonesia akan tampil pada FIFA Series 2026 bersama Bulgaria, Saint Kitts and Nevis,dan Kepulauan Solomon.Pertandingan akan digelar 27-30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Jay Idzes dan kawan-kawan yang menempati peringkat dunia 121 akan menghadapi Saint Kitts and Nevis (154).Sementara Bulgaria yang bertengger di peringkat 87 dunia merupakan negara yang menempati peringkat tertinggi dalam FIFA Series di Jakarta,ditantang Kepulauan Solomon (152).Pertandingan hari pertama digelar Jumat (27/3/2026) di GBK.
Pemenang pertandingan hari pertama akan bertemu di final, sedangkan tim yang kalah akan bertanding berebut tempat ketiga.Kedua pertandingan akan berlangsung Senin (30/3/2026)di GBK.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan ajang FIFA Series 2026 menjadi momentum penting bagi timnas Indonesia untuk memperbaiki posisi dalam peringkat dunia FIFA melalui pertandingan dengan status resmi internasional.
Erick mengatakan turnamen yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 27-30 Maret tersebut berstatus FIFA Grade A sehingga setiap hasil pertandingan akan berdampak langsung terhadap perolehan poin ranking Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-121 dunia.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan keikutsertaan Indonesia sebagai tuan rumah juga memberi keuntungan karena timnas bisa memaksimalkan dukungan suporter sekaligus menghadapi lawan dari kawasan berbeda seperti Karibia dan Eropa.
Menurut Erick, menghadapi tim dengan karakter permainan berbeda juga menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas timnas agar mampu bersaing di level global.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka, Jumat (27/3/2026), serta berpotensi menghadapi Bulgaria dalam turnamen tersebut.
Erick mengatakan pertandingan melawan tim dengan pengalaman kompetisi internasional akan menjadi tolok ukur objektif perkembangan skuad Garuda.
Selain aspek kompetisi, ia juga mengatakan FIFA Series menjadi sarana edukasi bagi publik agar memahami peningkatan ranking dunia membutuhkan konsistensi hasil melawan tim dari berbagai konfederasi.
“Kita ingin publik melihat langsung bagaimana kualitas lawan dari berbagai belahan dunia. Ini penting agar kita semua memahami standar kompetisi global,” ujarnya.
Erick berharap FIFA Series dapat menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk terus memperbaiki posisi di ranking dunia sekaligus memperkuat tim menuju kompetisi internasional berikutnya.(*/ANTARA)
