SPORTSJABAR– Jakarta LavAni Livin’ Transmedia hanya membutuhkan kemenangan atas juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi, Minggu (19/4/2026) mendatang untuk menjuarai putaran kedua Final Four Proliga 2026.Itu terjadi setelah tim asuhan David Lee itu menang atas PSS 3-0 (25-15, 25-21, 25-21) pada laga pembuka seri penutup atau seri ketiga Final Four di GOR Jatidiri Semarang.
Ini merupakan kemenangan kelima dari lima laga selama babak empat besar ini. Dengan kemenangan ini pula, tim milik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono belum terkalahkan selama Final Four.
LavAni langsung menurunkan “The Winning Team” mereka sejak awal. Nama-nama besar seperti Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, Malizi, Boy Arnes, serta duo legiun asing Taylor Sander dan Georg Grozer langsung tancap gas. Di sisi lain, Surabaya Samator yang tidak diperkuat tosser andalan Lyvan Taboada, mencoba mengandalkan barisan pemain muda seperti Ageng Wardoyo, Yudi, Krisna, dan Hadi.
Samator sempat memberikan perlawanan sengit hingga kedudukan imbang 10-10. Namun, kematangan LavAni mulai terlihat saat mereka melesat 16-11 di pertengahan set. Pelatih Samator, Rodolfo Sanchez, sempat mengambil time out saat tertinggal 13-20 untuk memutus momentum lawan. Meski begitu, gempuran Boy Arnes dkk terlalu sulit dibendung, hingga akhirnya menutup set pertama dengan skor mencolok 25-15.
Memasuki set kedua, Samator mencoba bangkit. Dengan komposisi pemain yang sama, mereka mampu mengimbangi permainan cepat LavAni. Aksi saling kejar angka terjadi mulai dari 6-6 hingga 12-12. Ageng Wardoyo tampil sebagai motor serangan Samator dan terus menempel ketat perolehan angka hingga 19-19.
Tak ingin kehilangan momentum, LavAni kembali membombardir pertahanan lawan lewat smash keras di fase krusial hingga unggul 22-19. Masuknya Tedy Oka di akhir set pun tak mampu menyelamatkan Samator. LavAni kembali mengamankan set kedua dengan skor 25-21.
Pada set ketiga, pelatih David Lee melakukan rotasi besar-besaran dengan memasukkan Dimas Saputra, Jasen Kilanta, dan Dafa. Meski merombak separuh tim, LavAni tetap memimpin 6-3. Samator sempat menyamakan kedudukan 8-8 setelah Rodolfo Sanchez mengambil time out untuk memotivasi anak asuhnya.
Dominasi LavAni kembali terlihat di pertengahan set saat unggul 16-12. Menjelang akhir laga, Samator mencoba memasukkan Rama Fauzan yang baru pulih dari cedera. Namun, kehadiran Dimas Saputra menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Samator. Lewat serangan-serangan mematikan, LavAni mengunci kemenangan set ketiga dengan skor 25-21, sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan mutlak.
Ketidakhadiran Lyvan Taboada di kubu Samator jelas menjadi celah besar yang dimanfaatkan dengan baik oleh LavAni. Meskipun Samator menunjukkan semangat juang tinggi melalui Ageng Wardoyo, perbedaan kedalaman skuad menjadi faktor penentu. Sebaliknya, LavAni menunjukkan bahwa tim pelapis mereka memiliki kualitas yang hampir setara dengan tim inti.
Usai laga asisten pelatih Samator, Sigit Ari Widodo mengaku terlepas dari kekalahan hari ini, “Tapi materi pemain kami hari ini jauh dari LavAni, ” kata Sigit.
Ia sudah menekankan kepada pemain untuk tetap bermain baik, “Kami tadi tetap berusaha dengan 70 persen pemain binaan. Dan kami hari ini tetap fight,” tukas Sigit Ari Widodo.
Sementara itu asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni mengakui diawal pertandingan sempat menurunkan pemain inti, “Tapi di set berikutnya kami melakukan rotasi menurunkan pemain lain,” kata Erwin.
Terkait pemain asing, Erwin mengaku tidak khawatir dengan keberadaan mereka, “Seperti Grozer sempat mengaku panas, tapi mereka bisa fight di pertandingan hari ini,” kata Erwin Rusni.(*)
Foto:Humas PBVSII
