SPORTSJABAR-Di penghujung kompetisi tekanan untuk Persib datang dari para pesaing dalam perebutan gelar juara BRI Super League 2025/26.Namun pelatih Persib Bojan Hodak menolak anggapan tersebut.
“Dalam sepak bola, terutama sepak bola profesional, kami sudah menjadi nomor satu selama tiga tahun. Semua orang ingin mengalahkan kami, semua orang ingin menjatuhkan kami, “kata Hodak.
Juru taktik asal Kroasia ini tim asuhannya menjelaskan hanya fokus pada pertandingan Persib sendiri. Hal-hal lain di luar itu tidak bisa ia kendalikan.
Pada pertandingan terakhir melawan Arema FC, Persib memaksakan untuk menyerang. skuad Maung Bandung mencatatkan 29 tembakan ke gawang, tetapi tidak mencetak gol. Jadi itu tidak terlalu membantu
Perolehan poin Persib kini sudah dilewati Borneo FC yang mengoleksi 69 poin,berselisih tiga poin dari koleksi poin Persib yang kini turun ke posisi kedua.
“Intinya adalah Anda harus lebih baik dari lawan. Mengenai Borneo, mereka memang menang. Saya tidak menonton langsung, tetapi semua orang membicarakan soal penalti. Apakah Anda melihatnya? Apakah itu benar penalti,”tutur Hodak.
Ia menambahkan mereka mengatakan situasinya sama seperti saat Persib menghadapi Borneo. Situasi yang sama. “Tetapi saat itu tidak diberikan penalti, sekarang justru mereka mendapatkan penalti. Itu soal keberuntungan.(RESTU)
