SPORTSJABAR-Keberhasilan Persib memboyong Mariano Peralta ke Bandung terbilang mengejutkan.Maklum penyerang asal Argentina ini banyak yang mengincar setelah tampil impresif bersama Borneo FC dua musim terakhir.Pelatih Persib Igor Tolic pun buka-bukaan soal proses perekrutan pemain yang dilakukan Persib.
“Saya ingin menyampaikan sesuatu sebelum saya berkomentar tentang Peralta. Semua ini adalah hasil ketika kebenaran menjadi fondasi klub, kejujuran dan kerja keras, maka klub tersebut akan menjadi sukses. Ini adalah hal yang pertama,” ujar Tolic.
Ia menuturkan semua ini dimulai tiga tahun lalu. Pelatih Bojan Hodak datang saat klub berada di peringkat ke-16 di klasemen. Semua orang mulai lebih terlibat dan bekerja keras, dan dalam tiga tahun Pangeran Biru memenangkan tiga gelar.
Berdasarkan apa yang dimulai oleh Bojan Hodak,menurut pelatih berpaspor Kroasia ini ,Persib telah naik ke tingkat tertentu dan mereka menetapkan standar tertentu.
“Sebagai contoh, kita memiliki pembagian kerja yang jelas. Pak Glenn (Sugita) dengan energinya yang sangat besar dan investasinya untuk mendukung kami dalam apa yang ingin kami lakukan. Ini adalah hal pertama, ini jadi dasarnya. Tanpa ini, kita tidak bisa melakukan apa-apa,”.
“Hal kedua adalah Pak Stanley. Dia orang yang melakukan perekrutan di sepanjang tahun. Jadi dia yang bernegosiasi dengan para pemain.” ungkap Tolic
Pria bernama lengkap Stanley Bernard Stephen Samuel ini menjabat sebagai Sporting Director di Persib .Mantan pemain timnas Malaysia ini memiliki peran krusial di balik layar manajemen PT Persib Bandung Bermartabat.
Stanley memimpin pencarian bakat dan bertanggung jawab penuh atas proses transfer pemain baru sepanjang tahun.Ia menjadi sosok kunci dalam bernegosiasi dengan pemain-pemain incaran tim pelatih, salah satunya dalam kesuksesan mendatangkan penyerang top seperti Mariano Peralta.
“Sebenarnya, karena klub telah berkembang dalam tiga tahun ini, dengan semua tugas ini, kita berhasil mendatangkan pemain dengan uang yang lebih sedikit dibandingkan klub-klub lain,” terang Tolic.
Menurut Tolic ini sangat penting. Persib bukanlah klub yang sangat kaya raya yang bisa membeli siapa saja, tapi dengan seni bernegosiasi Stanley, Persib berhasil untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik dan Peralta adalah pemain terbaik yang hadir ke klub peraih hattrick kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.
Sekarang lanjut Tolic, klub berada di level di mana meskipun uangnya tidak sama (lebih kecil), pemain tersebut tetap ingin datang, karena mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang sukses. Mereka ingin menjadi bagian dari Persib, memenangkan gelar, berlaga di Asia, memiliki sesi latihan yang bagus, dan semuanya.
“Banyak hal yang terjadi di balik layar. Jadi untuk sekarang saya berada di depan kamera, jadi saya lah yang bicara, tetapi mungkin seharusnya dari mereka (manajemen) yang bicara. Tetapi oke, ini pekerjaan saya. Jadi bukan hanya orang-orang di depan kamera seperti saya yang merupakan orang terpenting. Hal lainnya terjadi di balik layar,” paparnya.
Ia menambahkan Persib bisa melakukan ini dan melakukan transfer luar biasa seperti ini, tidak hanya Peralta, tapi juga transfer Balsa, yang merupakan striker top Montenegro, Menalo yang juga merupakan pemain besar, Mutombo, yang merupakan pemainn penting di klub sebelumnya dan semua pemain lainnya karena didasarkan pada visi yang sama.
Stanley dan pihak yang bernegosiasi punya kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa, jadi ada apresiasi yang harus diberikan pada orang-orang ini. Ini membuat segalanya jadi lebih mudah di lapangan.
Ini juga menetapkan standar di masa depan bagi semua orang di Persib, untuk staf, untuk orang yang memotong rumput, untuk kitman, untuk tim media, untuk tim keuangan supaya menuju ke level lebih tinggi, untuk menjadi klub terbaik.
“Tetapi ini bukan tentang individu semata. Peralta adalah pemain yang luar biasa dan dia disambut baik, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun sendirian, dia membutuhkan dukungan seluruh klub, setiap pemain, Persib hanya bisa melakukannya bersama-sama,” tandas Tolic.(RESTU)
