SPORSTJABAR– Dua tim elit di pentas sepak bola Indonesia, Persib dan Arema FC akan berduel di laga hari pertama Piala Presiden 2026 pada laga kedua Grup A Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026) pukul 19.30 WIB.
Laga bergengsi ini dipastikan menjadi magnet utama pembuka turnamen pramusim ini. Selain mempertemukan juara Liga Indonesia dengan klub tersukses sepanjang sejarah Piala Presiden, pertandingan juga menjadi ajang pertama kedua tim menguji komposisi skuad jelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolić, memastikan timnya telah melakukan persiapan maksimal meski belum diperkuat seluruh pemain karena masih ada yang menjalani tugas bersama tim nasional.
“Persiapan menuju turnamen berjalan dengan baik. Kami memang masih kehilangan beberapa pemain, tetapi kami merasa bertanggung jawab kepada Bobotoh yang datang ke stadion. Karena itu kami harus menampilkan tim terbaik dan memberikan permainan terbaik yang kami miliki,” ujar Igor.
Pelatih asal Kroasia tersebut mengaku belum mengetahui secara detail kekuatan terbaru Arema FC, namun optimistis timnya siap menghadapi laga perdana.
“Saya berharap kami bermain baik karena selama latihan kami menunjukkan perkembangan yang bagus. Kami memang belum mengetahui sepenuhnya kekuatan lawan, tetapi kami akan melihatnya di pertandingan besok,” katanya.
Di kubu Arema FC, pelatih Marcos Santos menegaskan timnya datang dengan rasa hormat menghadapi Persib. Meski berstatus sebagai klub dengan koleksi gelar Piala Presiden terbanyak, Arema memilih fokus membangun kekompakan skuad.
“Kami menjalani persiapan yang baik. Kami tahu akan menghadapi tim besar, tetapi Arema adalah tim dengan gelar terbanyak di kompetisi ini. Kami harus bekerja dengan rendah hati, menyatukan pemain-pemain baru, dan berusaha memberikan penampilan yang membanggakan bagi pendukung kami,” ujar Marcos.
Marcos juga menilai kekuatan tim tidak ditentukan asal negara pemain, melainkan kesiapan seluruh skuad menjalankan filosofi permainan.
“Di tim kami tidak ada kelompok pemain Brasil, Kolombia, ataupun lokal. Kami adalah satu tim. Yang bermain adalah pemain yang berada dalam kondisi terbaik dan mampu menjalankan skema permainan yang kami siapkan,” tegasnya.(*)
