Persib Takluk dari Persija, Igor Tolic Minta Maaf dan Soroti Performa 60 Menit Pertama

Posted by
Bagikan kiriman ini

SPORTSJABAR – Pelatih Persib, Igor Tolić, meminta maaf kepada Bobotoh setelah timnya gagal membawa pulang poin dari markas Persija Jakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/27.

Persib harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 1-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Persib sebenarnya sempat memiliki peluang untuk mengamankan satu poin setelah Balsa Sekulic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-81.

Namun, ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang, Persija justru mencetak gol kemenangan melalui Ivan Mamut pada menit 90+5.

Kekalahan tersebut membuat Igor Tolić menyoroti penampilan Persib, terutama pada 60 menit pertama pertandingan.

Menurutnya, Persib baru mampu menunjukkan karakter permainan yang diinginkannya pada 30 menit terakhir setelah sejumlah pergantian pemain dilakukan.

“Tidak banyak yang bisa saya katakan. Saya meminta maaf kepada para suporter. 60 menit pertama kami tampil, sejujurnya, tidak bagus,” ujar Igor Tolić seusai pertandingan.

“Namun, pada 30 menit terakhir, ketika kami melakukan beberapa pergantian pemain, kami menunjukkan bagaimana seharusnya kami bermain di laga seperti ini,” lanjutnya.

Igor menilai keberanian Persib dalam bermain menjadi kunci perubahan performa pada babak kedua. Pangeran Biru mulai lebih agresif dalam melakukan pressing, aktif meminta bola, serta berani mengambil risiko untuk mengejar gol.

“Menurut saya dalam 30 menit terakhir kami bermain berani. Kami ingin mencetak gol, kami menekan (pressing), terus berlari, aktif meminta bola, dan kami mengambil risiko,” katanya.

Meski mampu bangkit dan menyamakan kedudukan, Igor mengakui Persib kurang beruntung karena akhirnya kembali kebobolan pada penghujung pertandingan.

Secara keseluruhan, ia juga memberikan apresiasi kepada Persija yang dinilainya pantas meraih kemenangan dalam pertandingan sarat tekanan tersebut.

“Secara keseluruhan pertandingan, selamat untuk Persija. Bagi mereka, ini layaknya final Liga Champions. Sudah lama mereka tidak menang, tetapi hari ini mereka sedikit lebih beruntung dan pantas untuk menang. Jadi, selamat untuk mereka,” tutur Igor.

Soroti Permainan Persib

Igor juga enggan menunjuk satu pemain sebagai penyebab kekalahan Persib, termasuk ketika ditanya mengenai performa Danijel Loncar dan Kakang Rudianto yang bermain di sisi kanan pertahanan.

Menurutnya, gol-gol Persija bukan semata-mata akibat kesalahan individu. Ia menilai seluruh pemain memiliki tanggung jawab dalam menjaga organisasi permainan dan saling membantu ketika menghadapi serangan lawan.

“Saya rasa hari ini tidak ada seorang pun yang boleh merasa puas dengan penampilan siapa pun. Anda tahu, kesalahan itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja,” kata Igor.

Ia menyebut Persib beberapa kali gagal melakukan antisipasi secara cepat sehingga Persija mampu menciptakan peluang berbahaya.

“Setiap pemain bisa bermain bagus, melakukan penyelamatan, saling membantu dengan cepat. Hari ini, ada sekitar tiga kali kami tidak melakukannya,” ujarnya.

Igor pun mengakui tidak banyak hal positif yang bisa dibawa Persib dari performa secara keseluruhan dalam pertandingan tersebut.

“Jadi ya, menurut saya secara keseluruhan, tidak ada hal bagus yang keluar dari permainan kami hari ini,” katanya.

GBK Bukan Alasan Persib Tampil Buruk

Mengenai atmosfer SUGBK yang dipenuhi ribuan Jakmania, Igor menegaskan bahwa tekanan dari suporter bukan alasan bagi Persib untuk tampil buruk.

Menurutnya, stadion yang penuh justru seharusnya menjadi motivasi bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

“Menurut saya, stadion yang penuh di Jakarta seharusnya menjadi inspirasi untuk bermain. Saya rasa hal itu sama sekali bukan masalah. Kami sudah terbiasa bermain di bawah tekanan,” ujar Igor.

Ia juga menilai kondisi lapangan SUGBK sangat mendukung Persib untuk memainkan sepak bola yang diinginkan.

“Kualitas lapangan juga bagus, jadi kami memiliki segala kesempatan untuk memainkan bola. Kami harus menganalisis babak pertama, mengapa kami tidak bisa melakukannya,” katanya.

Igor kemudian menegaskan bahwa perubahan permainan pada babak kedua menjadi bukti Persib sebenarnya mampu memberikan tekanan kepada Persija meski bermain di kandang lawan.

“Di babak kedua, ketika kami menunjukkan tekad, keberanian, organisasi permainan, dan memperlihatkan apa yang sebenarnya ingin kami mainkan, itu membuktikan bahwa kami mampu mendatangkan banyak masalah bagi Persija, bahkan di kandang mereka sendiri,” tuturnya.

Menurut Igor, karakter permainan seperti itu yang harus dibawa Persib ke pertandingan-pertandingan berikutnya.

Persib Harus Segera Bangkit

Kekalahan dari Persija menjadi hasil yang mengecewakan bagi Persib, terlebih gol kemenangan lawan tercipta pada masa injury time ketika skor 1-1 sudah berada di depan mata.

Igor menyebut Persib sebenarnya cukup mengontrol pertandingan pada periode akhir. Namun sebuah clearance yang kurang sempurna berujung pada serangan balik dan gol Persija.

“Pada 15 menit terakhir permainan berjalan sangat terbuka; kami bisa saja mencetak gol tambahan, dan mereka pun bisa mencetak gol,” jelasnya.

“Pada akhirnya kami kurang beruntung; mereka mendapat satu serangan balik tambahan dan mencetak gol. Begitulah jalannya laga hingga berakhir 2-1,” sambung Igor.

Ia menyadari hasil tersebut menyakitkan bagi Persib dan Bobotoh. Namun, pelatih asal Kroasia itu meminta timnya segera mengalihkan fokus karena jadwal padat sudah menanti.

“Sangat disayangkan bagi kami dan suporter kami, tetapi inilah sepak bola. Terkadang Anda menang di menit akhir, terkadang Anda kalah di menit akhir,” ucapnya.

Persib bahkan tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan. Igor menyebut timnya harus segera melakukan recovery dan bersiap menghadapi perjalanan ke Seoul.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk bersedih, kami juga tidak punya waktu untuk merasa lelah. Kami harus segera memulihkan kondisi (recovery) dan bersiap menuju Seoul untuk menampilkan performa terbaik,” katanya.

“Setelah itu, pada hari Jumat kami sudah memiliki jadwal pertandingan lainnya. Jadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” lanjut Igor.

Kondisi Pemain Jadi Pembeda

Igor juga menjelaskan perbedaan antara kekalahan Persib dari Persija kali ini dengan kemenangan pada pertemuan sebelumnya di Piala Presiden.

Menurutnya, komposisi pemain menjadi salah satu faktor penting. Persib tidak berada dalam kondisi ideal karena sejumlah pemain mengalami kendala kebugaran maupun cedera.

“Saya rasa susunan pemainnya (line-up) berbeda. Pemain yang diturunkan berbeda. Kami memiliki sejumlah kendala cedera pemain, baik dari persiapan tim nasional, dari Piala Presiden, maupun dari laga-laga sebelumnya,” ungkapnya.

Situasi tersebut membuat Persib belum bisa menurunkan seluruh pemain dalam kondisi terbaik secara bersamaan.

“Kami sepertinya belum bisa mendapati seluruh pemain dalam kondisi fit secara bersamaan. Ketika seluruh pemain siap dan bugar, kami adalah tim yang sangat berbahaya,” kata Igor.

Namun, kondisi tersebut membuat tim pelatih harus mengambil sejumlah keputusan dan kompromi dalam menyusun komposisi tim.

“Namun saat ini, kami harus membuat beberapa kompromi agar semuanya tetap berjalan baik,” ujarnya.

Igor menegaskan bahwa bermain dominan di SUGBK bukan perkara mudah. Kendati demikian, ia kembali menunjuk 30 menit terakhir sebagai bukti bahwa Persib sebenarnya mampu memberikan perlawanan kuat kepada Persija.

“Hanya saja pada akhirnya, ya, satu sapuan bola (clearance) yang kurang beruntung berujung pada umpan silang dan gol. Padahal sebelum momen itu, pertandingan terlihat akan berakhir imbang 1-1,” pungkasnya.(*/RESTU)

Leave a Reply