SPORTSJABAR – Tim voli putra Surabaya Samator tampil perkasa melibas tim muda Jakarta Garuda Jaya tiga set langsung (25-17, 25-19, 25-22). Kemenangan telak ini diraih pada laga pembuka seri keempat putaran pertama Proliga 2026 di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Kamis (29/1/2026).
Tambahan tiga poin berharga ini membawa skuad asuhan Rodolfo Sanchez naik ke peringkat ketiga, menggeser posisi Jakarta Garuda Jaya. Meski kedua tim sama-sama mengantongi tiga kemenangan dari empat laga, Samator unggul dalam rasio poin dan set.
Evaluasi Jakarta Garuda Jaya
Usai laga, pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nurwidayanto, mengakui performa anak asuhnya jauh dari maksimal. Ia menyoroti aspek fundamental yang gagal dieksekusi dengan baik oleh para penggawa Timnas U-21 tersebut.
“Servis dan receive pemain kurang maksimal hari ini. Kedepannya, kami harus melakukan evaluasi total, terutama pada sektor servis dan blok yang menjadi titik lemah kami,” ungkap Nurwidayanto.
Senada dengan pelatih, bintang muda Garuda Jaya, Dawuda, mengakui timnya kehilangan fokus di awal laga. “Terutama di set pertama dan kedua kami kurang fokus. Baru di set ketiga kami mulai bisa mengimbangi permainan lawan,” tuturnya.
Ambisi Final Four Surabaya Samator
Di sisi lain, Manajer Samator, Hadi Sampurno, mengapresiasi kerja keras timnya meski tetap memberikan catatan untuk perbaikan.
“Ini kemenangan absolut bagi kami. Kami akan terus memaksimalkan potensi pemain demi mengamankan tiket final four. Namun, evaluasi tetap ada, terutama soal fokus passing anak-anak yang terkadang masih naik-turun,” jelas Hadi.
Pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi pemain baru Samator, Jordan Michael, yang mencatatkan debut impresif. “Saya sangat senang bisa bergabung dengan Samator. Semoga kehadiran saya bisa membantu rekan-rekan memberikan hasil terbaik di setiap laga,” ujar Jordan.
Jalannya Pertandingan
Sejak set pertama dimulai, Surabaya Samator langsung tancap gas. Setter Lyvan Taboada sukses memanjakan barisan pemukul seperti Rama Fauzan, Tedy Oka, Krisna, serta Jordan Michael. Tekanan servis yang konsisten membuat Samator unggul jauh 25-17.
Dominasi berlanjut ke set kedua. Kombinasi serangan cepat (quick) Tedy Oka dan spike keras Rama Fauzan sulit dibendung oleh blokade Bagas dan Nibras. Meski pelatih Nurwidayanto mencoba mengubah pola bertahan, Samator tetap solid dan menutup set dengan skor 25-19.
Memasuki set ketiga, Jakarta Garuda Jaya memberikan perlawanan sengit melalui aksi Timofei Sokolov. Kejar-mengejar angka terjadi hingga skor imbang 11-11, bahkan Garuda Jaya sempat memimpin 20-19. Namun, mental juara Samator berbicara di poin kritis. Melalui blok-blok krusial di akhir laga, Samator sukses menyudahi perlawanan Dawuda dkk dengan skor ketat 25-22.(*)
Foto:Humas PBVSI
