SPORTSJABAR-Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IBL All-Star 2026, di Bandung Arena. Namun atmosfer yang yang dilihat pada Sabtu (12/4/2026) malam, di luar ekspektasi. Penonton penuh, semua terhibur, dan gelaran All-Star tahun ini sukses besar, sehingga Farhan yakin bahwa Bandung adalah Ibukota basket Indonesia.
IBL All-Star 2026 menyuguhkan berbagai program menarik yang melibatkan pemain, selebriti, hingga penggemar secara langsung. Atmosfer Bandung Arena langsung meriah ketika sejumlah selebriti dan publik figur memeriahkan pertandingan bertajuk Celebrity Games.
Kemudian, acara diisi dengan IBL Mandiri 3-Points Contest, IBL Hotto 1-on-1 Challenge, IBL Features Stars Challenge. Lalu ada Kratingdaeng Celebrity Game, serta penampilan musisi Adrian Khalif, Calvin Jeremy, hingga Mollucan Soul. Namun yang menjadi sajian utama, dan membuat penonton larut dalam kegembiraan adalah IBL All-Star Game 2026 sendiri.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, secara langsung menyaksikan acara ini juga memberikan apresiasi untuk peran pemerintah daerah dalam menyukseskan acara ini.

“Apalagi Pemerintah Kota Bandung juga sangat support, jelas sebuah kolaborasi yang baik,” ungkap Wamenpora Taufik.
Sementara itu,Farhan, menyambut baik pelaksanaan IBL All-Star tahun ini. Dia bahkan menegaskan Kota Bandung sebagai pusat perkembangan basket nasional.
“Ini membuktikan Bandung adalah ibu kota basket Indonesia,” teriak Farhan dengan lantang.
Wali Kota Farhan juga secara khusus menyambut hangat para pemain IBL All-Star 2026, di Pendopo Kota Bandung, sehari sebelumnya. Pada kesempatan tersebut, Farhan menyinggung kuatnya budaya olahraga di kalangan anak muda Bandung. Menurutnya, sejak lama basket menjadi salah satu cabang olahraga favorit selain sepak bola, terutama di lingkungan sekolah.
Dengan suksesnya penyelenggaraan ini, Indonesian Basketball League semakin menunjukkan eksistensinya sebagai kompetisi basket profesional yang mampu menarik perhatian publik, serta menghidupkan ekosistem basket itu sendiri dalam hal penonton. (*)
