SPORTSJABAR-Duka mendalam menyelimuti insan basket tanah air setelah kabar meninggalnya Tjetjep Firmansjah. Seorang pemain, sekaligus pelatih legendaris di liga bolabasket Indonesia. Bukan hanya di level profesional, mendiang Coach Tjetjep juga dikenal sebagai salah satu pelatih yang pernah menangani Tim Nasional Indonesia.
Tak banyak catatan Tjetjep Firmansjah sebagai pemain. Karena dia hanya bermain di Mitra Guntur dan Indonesia Muda Jakarta. Sebagai pemain namanya kalah bersinar dibanding dua saudaranya, sang kakak Bambang Hermansyah dan adiknya, Ali Budimansyah yang cemerlang sebagai pemain nasional.
Tetapi takdir berkata lain. Coach Tjetjep sukses sebagai pelatih baik di level klub di liga profesional, sampai pada akhirnya terpiih sebagai pelatih Tim Nasional. Salah satu tim yang dipimpin adalah Timnas Basket Putra SEA Games Myanmar 2013.
Sukses menangani timnas, Tjetjep ditarik Irawan Haryono menangani Aspac. Tim ini kemudian diantaranya menjadi juara Kobatama sebanyak tiga kali. Sukses Tjetjep terus berlanjut, dia berhasil membawa timnas putra merebut medali perunggu di SEA Games Brunei Darussalam.
Dua tahun berikutnya bersama timnas prestasinya meningkat. Timnas putra Indonesia untuk pertama kali merebut medali perak di SEA Games Kuala Lumpur Malaysia 2001.
Tjetjep Firmansyah pernah menjadi bagian sukses dari Aspac Jakarta. Terhitung empat gelar juara mampu dipersembahkannya selama melatih Aspac. Yakni, Kobatama pada 2000-2001 dan 2002-2003 serta IBL pada 2003-2004 dan 2005-2006. Sebelum akhirnya pindah ke Garuda Bandung pada tahun 2014. (*)
