SPORTSJABAR-Kehadiran Luka Menalo sebagai amunisi baru Persib Bandung untuk musim 2026/27 tentu menjadi kabar yang sangat menarik bagi Bobotoh. Namun, ada satu hal kecil yang perlu diluruskan terlebih dahulu: posisi asli Menalo sebenarnya bukanlah seorang striker tengah murni, melainkan seorang winger (penyerang sayap), dengan posisi utama di sayap kiri. Meskipun begitu, ia memiliki fleksibilitas tinggi untuk bermain di berbagai posisi lini serang.
Sebagai winger sosok Luka Menalo memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan Luka Menalo yang dapat menjadi gambaran kontribusinya bagi Pangeran Biru.
Kelebihan Luka Menalo
Menalo berpengalaman bertanding di kompetisi Eropa. Dia datang dengan rekam jejak yang mentereng di sepak bola Eropa. Ia pernah memperkuat klub raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb, serta HNK Rijeka. Pengalamannya mencicipi atmosfer kompetisi elit seperti kualifikasi Liga Champions, Europa League, dan UEFA Conference League akan membawa mentalitas juara ke dalam skuad Persib.
Pemain 29 tahun ini matang di Level Internasional.Jumlah pertandingannya bersama Tim Nasional Bosnia-Herzegovina tercatat sebanyak 16 penampilan dan kontribusi 3 gol. Pengalaman internasional ini membuatnya sangat siap menghadapi tekanan laga-laga besar di Liga 1 maupun kompetisi regional Asia.
Menalo terbilang pemain produktif. Sepanjang kariernya, ia telah mencatatkan lebih dari 80 gol dan 40 asis di level klub. Sebagai winger modern, ia tidak hanya piawai menyisir tepi lapangan, tetapi juga rajin menusuk ke dalam kotak penalti untuk mencetak gol sendiri atau memberikan umpan matang.
Dengan tinggi badan 1,81 meter Menalo memiliki postur yang sangat ideal untuk ukuran penyerang sayap di Asia. Keunggulan fisik ini membantunya dalam duel-duel bola atas maupun saat harus beradu fisik dengan bek lawan.
Kekurangan Luka Menalo
Ini adalah kali pertama Menalo berkarier di luar benua Eropa. Sehingga ia dituntut cepat beradaptasi dengan cuaca tropis Indonesia yang panas dan lembap ditambah gaya permainan Liga 1 yang cenderung mengandalkan kecepatan tinggi dan transisi cepat, sering kali membutuhkan waktu bagi pemain Eropa Timur.
Seiring bertambahnya usia Menalo juga mengalani penurunan produktivitas di musim terakhir: Saat memperkuat FK Sarajevo musim lalu, Menalo mencatatkan 3 gol dari 17 pertandingan. Angka ini tergolong moderat bagi seorang penyerang sayap asing.
Pelatih Igor Tolic harus bisa meracik strategi yang tepat agar Menalo bisa kembali ke performa ketajaman terbaiknya seperti saat ia membela NK Siroki Brijeg dulu.
Dia juga harus siap menghadapi ekspektasi tinggi dari bobotoh yang dikenal sangat fanatik. Bermain untuk klub sebesar Persib dengan basis fans tolongtyang sangat masif membawa tekanan mental tersendiri. Jika ia tidak langsung nyetel di beberapa laga awal, tekanan dari luar lapangan bisa memengaruhi performanya.
Secara keseluruhan, perekrutan Luka Menalo adalah langkah strategis yang sangat baik bagi Persib Bandung untuk menambah dimensi baru di lini serang.
Di bawah arahan pelatih Igor Tolic, Menalo diproyeksikan menjadi motor serangan utama yang diharapkan mampu mendongkrak prestasi Persib, baik di kancah domestik maupun kompetisi regional.(*)
