SPORTSJABAR- Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperlihatkan keunggulannya sebagai salah satu kekuatan utama badminton kampus di tanah air,setelah sukses menjadi juara umum di sektor individu dan beregu di ajang Campus League Badminton 2026 – The Nationals.
Pada kategori beregu UNS menjejakan kaki kaki di podium tertinggi usai memenangi pertarungan ketat melawan Universitas Bina Nusantara Jakarta (BINUS) lewat drama tiga set 55-46, 52-55, dan 55-47 pada partai final The Nationals yang diselenggarakan di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026).
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengapresiasi laga final yang berlangsung sengit. Ini membuktikan bahwa bibit-bibit muda di lapangan bulutangkis mulai bertumbuh seiring terbentuknya budaya badminton di lingkungan masyarakat, khususnya kampus. Badminton hanyalah satu dari sekian banyak cabang olahraga yang akan dikompetisikan di bawah bendera Campus League.
“Habis dari badminton, langsung futsal. Setelah futsal, menuju ke UniGames yang terdiri taekwondo, kick-boxing, kempo, wushu, jiu jitsu, biliar, dan sepak bola wanita,” katanya. Lebih lanjut, Ryan berharap, ke depan, Campus League menjangkau lebih banyak regional. Dengan begitu makin banyak penonton yang hadir dan merasakan tegangnya persaingan para student-athlete dalam berebut gelar juara.
Dalam babak final Campus League Badminton 2026 – The Nationals, tensi tinggi sudah terasa sejak set pertama. BINUS unggul setelah tunggal putra, Jovan Sammy Sukardi dan tunggal putri, Aura Ihza Aulia, meninggalkan tim UNS dengan skor 22-11.
Keadaan berbalik saat ganda putra UNS, Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah bermain dengan tempo cepat serta menyerang bertubi-tubi. UNS lantas memimpin dengan 33-30. Ini membuat kubu UNS makin percaya diri lalu mengakhiri babak pertama dengan 55-46.
Memasuki babak kedua, BINUS membuat perlawanan sengit. Diawali dengan momen emas Jovan Sammy Sukardi menang telak melawan Dimas Satriya Abimanyu 11-6, BINUS memaksa UNS menempuh rubber-set. Pasalnya, pada nomor ganda campuran, Jonathan Susanto/ Feodora H. Eltriannisa bermain agresif hingga utusan UNS, Adna Farrell Nugroho/ Tanaya Yafiyah D, kerepotan. Babak kedua berakhir dengan kemenangan BINUS, 55-52.
Babak ketiga menjadi duel menegangkan. Dimulai dengan nomor tunggal putra, Dimas Satriya Abimanyu membuat perlawanan sengit kala menjamu Jovan Sammy Sukardi. Skor sama terjadi tiga kali, 8-8, 9-9, 10-10, lalu Abimanyu menyudahi permainan dengan kemenangan tipis 11-10.

Aura Ihza Aulia membalik keadaan dengan unggul 22-15 kala meladeni Maryam Qibta. Lalu, tibalah masanya ganda putra juara Campus League Badminton 2026 – The Nationals kategori individu, Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah sekali lagi membalik keadaan. Melawan Jonathan Susanto/ Steven Setiawan, duo dari Solo ini perlahan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 31-31, lalu memaksa Jonathan Susanto/ Steven Setiawan tunduk dengan poin akhir 33-31.
Momen ini membuat semangat para pendekar badminton UNS makin terdongkrak. Performa ganda putri Lintang Ari Rahmawati/Maghfiro Ah Aristi sukses melebarkan jarak skor antara UNS dan BINUS. Keduanya mematahkan perlawanan Feodora H. Eltriannisa dan Veren Irvana Daula dengan skor meyakinkan, 44-38.
Partai akhir menyajikan pertarungan habis-habisan antara ganda campuran Jonathan Susanto/ Feodora H. Eltriannisa kontra Adna Farrell Nugroho/ Tanaya Yafiyah D. Penonton tahan napas saat Adna/Tanaya hampir menang dengan skor 54-43. Menolak menyerah, Jonathan/ Feodora membuat perlawanan hingga berhasil menambah 4 angka. Laga ini berakhir dengan kemenangan UNS dengan nilai pamungkas 55-47.
Tim UNS mengakui, rubber-set sangat menantang dan sempat membuat para student athlete gugup. “Takut, gugup, jadi satu semua. Pasti ada rasa kurang percaya diri juga. Namun, kami sebagai satu tim saling menyemangati dan meyakinkan diri sendiri untuk bermain on point,” kata pemain ganda putri UNS, Maghfiro Ah Aristi.
Saat gugup dan kurang percaya diri membayangi, Aristi dan kawan-kawan mengingat nasihat pelatih mereka, coach Oktavia Wahyu Kinanti agar jangan terobsesi gelar juara. Dalam pertandingan kategori beregu, intinya telaten mencari poin.
Ketika akumulasi poin meninggi lalu perlahan meninggalkan rival, otomatis rasa percaya diri kian tajam. Semangat menyelesaikan pertandingan dengan nilai paripurna pun makin menyala.
“(Telaten mencari poin) akan membangun semangat teman-teman yang lain. Bahkan di level regional Semarang kemarin, UNS juara tiga. Karenanya saya menekankan kepada mereka, cukup main sabar, konsisten, dan jangan mati-mati sendiri. Itu kuncinya. Saat tertekan, taktik bermain student-athlete di lapangan akan pecah,” Kinanti mengulas.
Ia juga menyebut, dalam kategori beregu, punya student-athlete dengan perfoma mentereng saja tidak cukup. Strategi dalam menyusun urutan pemain tak kalah penting. Itu sebabnya, Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah ditempatkan di partai ketiga. Terbukti, performa ganda putra UNS itu berkali-kali sukses membalik keadaan.
“Untuk ganda putra, Farrell dan Khalil berpartner belum lama. Baru beberapa bulan namun chemistry-nya langsung dapat. Persiapan ke Bandung pun hanya seminggu dipotong masa recovery. Ganda putra kami tempatkan di partai ketiga karena bagi saya, mereka kuda hitam untuk UNS,” Kinanti menambahkan.

Sementara itu, upaya menghidupkan kembali ekosistem bulutangkis di lingkungan kampus sejalan dengan visi dan misi Polytron sebagai sponsor Campus League. Melalui dukungan terhadap ekosistem olahraga kampus, Polytron berharap generasi penerus memiliki kemampuan akademik dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman yang seimbang termasuk di lini olahraga.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika mengatakan Polytron bangga dapat menjadi bagian dari momentum kembali hidupnya olahraga bulutangkis di lingkungan kampus. Melalui penyelenggaraan Campus League, Polytron juga ingin mendorong generasi muda untuk tetap aktif, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
” Sebagai perusahaan elektronik yang terus berinovasi bersama anak bangsa, Polytron berharap tumbuhnya ekosistem olahraga di kampus dapat turut mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangkas dan siap menghadapi perkembangan zaman,” ucap Diantika.
Daftar Juara Campus League 2026 Badminton The Nationals – Kategori Beregu
Winner : Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS)
Runner-up : Universitas Bina Nusantara Jakarta (BINUS)
3rd Place : Universitas Gunadarma
Daftar Juara Campus League Badminton 2026 The Nationals – Kategori Individu
Tunggal Putra
Winner : Akmal Zaidan Pamuji (Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)
Runner-up : Muhammad Bagus Suyarto (BLU)
3rd Place : Nopriansyah Adi Gunawan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi
Tunggal Putri
Winner : Alfira Deanika (UII)
Runner-up : Maria Veronica N. Prawesti (Unpad)
3rd Place : Aura Ihza Aulia (BINUS)
Ganda Putra
Winner : Adna Farrell Nugroho/Muhammad Khalil M. Abdullah (UNS)
Runner-up : Demorza Naafi/Muhammad Halim As Sidiq (UNJ)
3rd Place : Muhammad Syadad A-Faruq/ Defri Fauzi Ghilman (Universitas Widyatama Bandung)
Ganda Putri
Winner : Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat (UNS)
Runner-up : Feodora H. Eltriannisa/Veren Irvana Daula (BINUS)
3rd Place : Ayuningtyas Putri Nur Setyowati/ Maghfiro Ah Aristi (UNS)
Ganda Campuran
Winner : Khaddhaffy A. Ramadhan/Alya Ardelia (BLU)
Runner-up : Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono (UNJ)
3rd Place : Deandra Ikhsan Gunawan/Agnia Sri Rahayu (STKIP)
3v3
Winner : Rangga Arda Rheta/Agnia Sri Rahayu/Deandra Ikhsan Gunawan (STKIP)
Runner-up : Muhammad Irsya Mubarok/Alya Zafira/Ardha Tanu Widarma (Gunadarma)
3rd Place : Muhammad Rafael Ramadhani/Ayu Dian Pertiwi/Ryan Adi Wicaksono (UNNES)
(*)
